Tahukah Anda Apa Itu UX Design? Pelajari Pengertian dan Bedanya dengan UI/UX Design di Sini!

Tahukah Anda Apa Itu UX Design? Pelajari Pengertian dan Bedanya dengan UI/UX Design di Sini!

Kenali Lebih Jauh Tentang UX Design: Pengertian, Skill Penting, dan Peluang Karier! Jangan bingung dengan UI Design , karena meski sering disamakan, UX Design memiliki perbedaan teknis yang signifikan. Jika Anda berminat memasuki dunia web design, pahami dulu konsep UI/UX Design agar dapat fokus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan Anda.

Temukan informasi lengkapnya dalam artikel kami, yang membahas pengertian UX design, keahlian yang dibutuhkan, peluang karier, dan memaparkan perbedaan antara UI dan UX design. Baca terus untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam!

 

Apa Itu UX Design?

UX Design memainkan peran krusial dalam menciptakan pengalaman yang lancar dan intuitif bagi pengguna di website atau aplikasi. Mulai dari check-in di bandara hingga menemukan tombol checkout di marketplace, UX Design mer permei setiap aspek kehidupan kita. Tujuan utama dari UX Design adalah menciptakan produk atau layanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah pengguna, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan secara keseluruhan. Dengan implementasi yang baik, UX Design dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, memberikan dampak positif pada bisnis.

User experience (pengalaman pengguna) atau UX, merupakan konsep yang telah ada sejak tahun 1993, diperkenalkan oleh Don Norman, seorang ahli ilmu kognitif. Saat bekerja dengan Apple, Norman memopulerkan istilah ini untuk mendukung desain industri produk Apple, dengan tujuan memudahkan pengguna dalam mengatur dan menggunakan komputer mereka. Sejak saat itu, UX Design terus berkembang dan melibatkan berbagai peran khusus seperti UX researcher (peneliti pengalaman pengguna) dan interaction designer (desainer interaksi).

Meskipun dapat diterapkan pada interaksi fisik dan objek non-digital, fokus utama dari desain UX adalah pada produk digital seperti website, aplikasi, dan software.

 

Perbedaan UX Design dan UI Design

UI dan UX Design sering disebut bersamaan dalam istilah UI/UX design, yang dapat membingungkan banyak orang. Perbedaan antara UX dan UI Design terletak pada fokusnya. UX Design mencakup dimensi luas untuk menciptakan pengalaman pengguna yang mulus, sementara UI Design berfokus pada aspek visual dan elemen interaktif, seperti warna, layout, animasi, tombol, dan tipografi.

UX designer bertanggung jawab untuk merancang gambaran besar produk, termasuk membuat sitemap dan alur perjalanan pengguna. Mereka memperhatikan interaksi pengguna dengan bisnis, produk, dan layanan secara keseluruhan. Di sisi lain, UI designer menangani detail setiap halaman, tombol, layout, dan gambar untuk memastikan produk mudah digunakan dan menarik secara visual, fokus pada interaksi manusia dan komputer.

Meskipun berbeda, UI/UX Design saling terkait erat. Sebuah pengalaman pengguna yang memuaskan tidak dapat terjadi tanpa desain UI yang baik. UX menitikberatkan pada orang yang menggunakan produk atau layanan, sementara UI berkaitan dengan produk atau layanan itu sendiri. Keseluruhan, keduanya bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang optimal.

 

Area Utama dalam UX Design

Pada dasarnya, UX Design adalah bidang yang sangat beragam dengan banyak konsep. Namun, secara garis besar, ada 4 area utama di dalam prosesnya:

  • Experience Strategy (ExS) – mengacu pada strategi perusahaan untuk menciptakan pengalaman pengguna sebaik mungkin dari awal hingga akhir.
  • Interaction Design (IxD) – berfokus pada penerapan antarmuka yang menarik dan intuitif sehingga pengguna bisa menyelesaikan suatu proses secara efisien.
  • User Research (UR) – mengacu pada survei, wawancara, studi, dan tes apa pun yang dilakukan untuk memahami kebutuhan, pain point (kesulitan yang dialami calon pelanggan), dan preferensi pelanggan. Data ini kemudian digunakan untuk merancang produk atau layanan yang bisa menjadi solusi masalah mereka.
  • Information Architecture (IA) – merupakan struktur informasi dalam suatu produk, yang membantu pengguna memahami cara menggunakan produk tersebut.

 

Skill yang Harus Dimiliki UX Designer

Kesuksesan karier di bidang UI/UX Design sangat ditentukan oleh skill dan pengetahuan yang Anda miliki. Oleh karena itu, di bagian ini kami akan membahas berbagai skill yang harus dimiliki oleh UX designer.

 

Hard Skill

Hard skill mengacu pada kemampuan teknis UX designer, seperti desain visual, riset pengguna, analisis data, dan pembuatan prototype.

  • Desain visual – pemahaman umum tentang desain grafis, desain interaksi, dan arsitektur informasi (IA).
  • Riset pengguna – melakukan atau menganalisis berbagai metode riset UX, seperti wawancara pengguna, kelompok yang menjadi fokus, dan survei untuk mendapatkan insight tentang audiens target.
  • Analisis data – kemampuan untuk memproses data mentah dan mendapatkan informasi penting untuk membantu proses pengambilan keputusan.
  • Pembuatan prototype – proses pembuatan sampel untuk melakukan pengujian dan mendapatkan tanggapan dari pengguna tentang cara meningkatkan kualitas produk atau layanan.

 

Soft Skill

Soft skill adalah kemampuan internal untuk memahami pengguna, berkolaborasi dengan anggota tim lain, dan mengembangkan diri Anda sendiri.

  • Empati – kemampuan untuk memahami emosi pengguna. UX designer yang baik bersedia meluangkan waktunya untuk mempelajari perasaan dan motif pelanggan.
  • Komunikasi – Anda harus mempresentasikan ide dengan jelas, baik kepada klien maupun stakeholder perusahaan.
  • Kolaborasi – mengacu pada kemampuan Anda untuk bekerja dengan orang lain, seperti UI designer, web developer, dan analis bisnis.
  • Keingintahuan – merujuk pada keinginan Anda untuk berkembang, mempelajari hal-hal baru, dan menemukan ide-ide baru.
  • Pemikiran terbuka – memungkinkan Anda beradaptasi dengan perubahan dan menerima saran baru.
  • Berpikir kritis – merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah inti dan mengembangkan solusi yang inovatif.

 

Cara Menjadi UX Designer

Setelah menjelaskan apa itu UX design, contoh proyeknya, dan skill yang dibutuhkan UX designer, kami punya tips yang akan membantu Anda terjun di bidang ini.

 

Untuk menjadi UX designer, Anda bisa mengikuti 5 langkah berikut ini.

 

1. Pelajari Konsep Dasar UX Design

Kalau sudah mantap ingin menjadi UX designer, mulailah dengan mempelajari konsep dasarnya. Kesempatan untuk mempelajari UX Design terbuka lebar, bisa dengan pendidikan formal atau mengikuti kursus online.

Bahkan, Anda bisa langsung belajar dari penggagasnya, yaitu Don Norman sendiri. Perusahaannya, Nielsen Norman Group, menawarkan kursus UX Basic Training dengan biaya $923-$961 (sekitar Rp13,7 juta-Rp14,3 juta).

Perusahaan tersebut juga menawarkan kursus yang lebih spesifik bagi orang-orang yang ingin lebih mahir dalam pengelolaan UX, riset UX, dan desain interaksi.

 

2. Pelajari Tool yang Umum Digunakan

Langkah kedua adalah mempelajari tool penting yang mendukung pekerjaan Anda sebagai UX designer. Kami merekomendasikan tool berikut berdasarkan tahapan dan tujuan yang ada dalam proses desain:

 

  • Talebook – tool terbaik untuk riset pengguna.
  • Woopra – paling sesuai untuk analisis data.
  • Lookback – cocok untuk usability testing (uji kegunaan).
  • Overflow – pilihan tepat untuk membuat arsitektur informasi dan alur pengguna.
  • Adobe XD – membantu Anda membuat prototype.
  • Slack – efektif untuk kolaborasi tim.

 

3. Latih Skill Anda dalam Proyek UX Design

Setelah mempelajari tool dan skill UX Design yang dibutuhkan, kini saatnya Anda terjun langsung ke proyek sesungguhnya. Sebaiknya mulailah dengan desain website lebih dulu, karena relatif lebih mudah daripada game, suara, dan AR.

 

4. Buat Portofolio UX Design Anda

Setelah menguasai web design, Anda bisa mengerjakan jenis proyek lain untuk menambah pengalaman dan portofolio.

Website freelance terbaik, seperti Fiverr, Upwork, dan Toptal, bisa menjadi titik awal yang menjanjikan untuk menemukan pekerjaan terkait UX Design dan membangun portofolio Anda.

 

5. Mulai Melamar Pekerjaan UX Design

Kalau sudah memiliki portofolio yang memuat berbagai pengalaman dan menyusunnya dengan baik, Anda bisa mulai melamar pekerjaan di bidang UX design. Ingat, persyaratannya bisa berbeda-beda tergantung pada industri dan perusahaan tempat Anda melamar.

Optimalkan interaksi pengguna dengan produk atau layanan melalui konsep UX (User Experience). UX Design melibatkan aspek visual, kegunaan, dan arsitektur informasi, sementara UI Design fokus pada desain produk digital. Keduanya saling memengaruhi, di mana UI yang baik menciptakan pengalaman pengguna yang menarik.

Dengan permintaan jasa UX Design yang terus meningkat, karier sebagai UX designer menjanjikan. Pelajari langkah-langkah menjadi UX designer beserta skill dan tool yang diperlukan dalam panduan ini. Temukan pemahaman lebih dalam mengenai UX Design melalui tutorial ini.

Tags

Latest Post

Jadikan bisnis Anda lebih profesional dengan layanan terbaik kami dan didukung fitur untuk memudahkan bisnis Anda

  Konsultasi Sekarang!